Smart, creative, and inpirative

REVOLUSI DIGITAL BEBASIS AKHLAK

Image
REVOLUSI DIGITAL BEBASIS AKHLAK Hamdani, Pengawas Sekolah, Tambun, Kabupaten Bekasi hamdani.5hp@gmail.com Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Di era digital ini, pembelajaran tidak lagi terbatas pada ruang kelas fisik, melainkan dapat dilakukan secara daring dengan memanfaatkan berbagai platform teknologi. Hal ini memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk mengakses ilmu kapan saja dan di mana saja. Namun, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan baru, terutama dalam hal moral dan etika dalam proses pembelajaran. Tidak jarang, peserta didik kurang mengindahkan nilai-nilai akhlak saat berinteraksi di lingkungan digital, seperti kurang menghormati guru dalam pembelajaran daring atau menggunakan teknologi untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan norma moral (Nasrul Hs, 2015) Rosulullah bersabda.  إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ Artinya: " Sesungguhnya aku d...

Bahaya Kebangkitan Komunis dan radikal Bagi NKRI.

Bahaya Komunis dan Radikal

 Komunis dan kaum radikal adalah sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan NKRI, oleh karena itu komunis dan kaum radikal sebaiknya jangan diberi peluang untuk tinggal atau bangkit kembali di negara NKRI.

Negara kesatuan republik Indonesia(NKRI) adalah negara yang dibentuk dengan susah payah dan mengorbankan tidak hanya tenaga dan pikiran saja; akan tetapi juga pengorbannya nyawa. Mereka berjuang tanpa pamrih atau mengharapkan apa- apa dari bangsa Indonesia ini, namun mereka hanya mengharapkan  NKRI merdeka dan bersatu, aman dan damai.

Mereka berjuang mempertahankan NKRI dari kekejaman komunis tidak hanya dengan pengorbanan  dirinya; akan tetapi, pengorbanan masa depan anak dan keluarganya. Mereka tidak pernah memikirkan masa depan keluarga atau anaknya, dan mereka juga tidak memperdulikan apakah anak dan keluarganya akan diurus  atau tidak jika mereka gugur dalam peperangan mempertahankan NKRI dan Pancasila melawan komunis.

Kekejaman komunis/PKI hingga kini masih dirasakan oleh anak dan cucu para pejuang kemerdekaan atau bangsa Indonesia, dan  peristiwa kekejaman dan kebiadaban kaum komunis sulit untuk dilupakan. oleh karena itu, Bangsa Indonesia hendaknya harus bersikap tegas bahwa komunis tidak sesuai dengan negara kesatuan republik Indonesia atau pancasila. Karena itu komunis tidak boleh ada di Indonesia.

Jika kebangkitan atau keberadaan komunis di Indonesia dibiarkan dan dianggap tidak membahayakan bagi bangsa Indonesia, maka sikap atau pemikiran tersebut sungguh mengherankan dan menjadi tanda tanya, kenapa kebangkitan atau keberadaan komunis di biarkan saja. Relakah kita bangsa Indonesia dikuasai komunis, tentu tidak. Jika kita tidak rela maka kita harus bersatu untuk melawan komunis dengan cara tidak memberi kesempatan andil dalam negara kita.

Kejahatan dan kekejaman komunis sudah nyata dan pernah terjadi atau dialami bangsa Indonesia. Korban  pembantaian atau kekejaman komunis  pada bergelimpangan atau ada dimna- mana, baik itu korbannya dari rakyat maupun dari para pejuang atau pahlawan kemerdekaan. Mereka itu sangat kejam dan sadis menyiksa para pahlawan bangsa, seperti Ahmad yani, dll.

Pantaskah mereka yang sudah membantai rakyat dan para pahlawan kita dengan keji keturunan mereka diberi kesempatan untuk tinggal di Indonesia. Tentu tidak, olehkarena itu, agar mereka tidaak bisa bangkit dan berkembang, salah satunya kita harus pandai melihat, memilih dan menentukan partai mana yang layak kita pilih.

Rasaa takut, khawatir dan waspada terhadap bahaya komunis terhadap persatuan dan kesatuan NKRI harus senantiasa ada  dan tidak boleh lengah atau lemah. Kita harus kuat demi mempertahankan NKRI dari kebangkitan komunis yang kejam dan sadis.

Mari kita sikapi perbedaan tanpa harus merusak persaudaraan sebangsa, sebahasa dan setanah air, dan mari kita sikapi perbedaan dengan saling menghormati satu sama lain

Comments

Popular posts from this blog

How to Cultivate Focus and Emotion to Our Students?

Bagaimana Peran Guru dalam Kegiatan Pembelajaran di Era Digital dan IT?

Menyulam Hubungan Hangat dan Meningkatkan Kualitas Hidup bersama Orang Lain