Smart, creative, and inpirative

REVOLUSI DIGITAL BEBASIS AKHLAK

Image
REVOLUSI DIGITAL BEBASIS AKHLAK Hamdani, Pengawas Sekolah, Tambun, Kabupaten Bekasi hamdani.5hp@gmail.com Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Di era digital ini, pembelajaran tidak lagi terbatas pada ruang kelas fisik, melainkan dapat dilakukan secara daring dengan memanfaatkan berbagai platform teknologi. Hal ini memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk mengakses ilmu kapan saja dan di mana saja. Namun, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan baru, terutama dalam hal moral dan etika dalam proses pembelajaran. Tidak jarang, peserta didik kurang mengindahkan nilai-nilai akhlak saat berinteraksi di lingkungan digital, seperti kurang menghormati guru dalam pembelajaran daring atau menggunakan teknologi untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan norma moral (Nasrul Hs, 2015) Rosulullah bersabda.  إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ Artinya: " Sesungguhnya aku d...

Kenyataan dari Sebuah Mimpi yang Indah.

Pemuda anak Seorang Kusir

Di sebuah kampung yang bernama kampung Duri Kosambi yang berada di Ibu kota Pinggiran, ada seorang pemuda yang bernama Jaka Kelana. Dia tinggal di sebuah keluarga yang sangat sederhana dan dihuni oleh 10 anggota keluarga yang terdiri ayah, ibu, dan delapan bersaudara. Jaka mempunyai saudara laki- laki berjumlah 5 orang, dan  saudara perempuan sebanyak 3 orang. Mereka hidup rukun dan tentram walaupun ekonominya sederhana.

Bapaknya bernama Ali Muhali sedangkan Ibunya bernama fatmah. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari- harinya mengurusin anak - anaknya sebanyak delapan orang. Sedangkan Ayahnya adalah seorang kusir. 

Jaka adalah anak yang rajin tapi sedikit keras kepala, kata Ibunya.Jaka belajar di salah satu madrasah ibtidaiyah dan Tsnawiyah yang sama yaitu yayasan Almukhlis. Ketika di Ibtidaiyah Jaka masuk di kelas tiga karena Jaka oleh guru dan kepala sekolahnya dianggap pintar. 

Jaka sangat menyukai pelajaran bahasa Inggris. Sejak Tsanawiyah Jaka sudah gemar sekali belajar bahasa Inggris. Jaka kursus bahasa Inggris di sebuah lembaga kursus dengan guru kursusnya bernama Jaya Balen. Dia berasal dari India. Jaya Balen adalah seorang guru sekaligus pemilik lembaga tersebut. Jaya Balen adalah guru yang sangat baik terhadap siswa/i2nya.

Jaka menyukai bahasa Inggris karena Jaka beranggapan bahwa dengan kemampuan berbahasa Inggris dia mengharapkan mendapatkan pekerjaan yang lebih mudah. Jaka ingin sekali membantu dan melepaskan keluarganya dari kemiskinan. Jaka ingin sekali membahagiakan keluarganya, olehkarena itu, Jaka sangat bersungguh sungguh belajr bahasa Inggris.

Setelah tamat Tsanawiyan kemudian Jaka melanjutkan ke pendidikan guru (PGA) di Jakarta. Di PGA Jaka juga sangat serius belajar bahasa Inggris, dia tidak pernah mendapat nilai raport dibawah delapan tapi selalu dapat nilai sembilan sampai di ijazah pun dia dapat nilai sembilan.

Setelah lulus PGA Jaka melanjutkan Bahasa Inggrisnya di perguruan tinggi. S1 dia melanjutkan bahasa Inggrisnya di perguruan tinggi Negeri sedangkan untuk S2 dia melanjutkannya di perguruan tinggi swasta. Bagi Jaka Duit bukan segalanya tapi cita-cita, mimpi, kesriusan adalah hal yang utama selain doa. Dengan keseriusan, doa, kerja keras Jaka akhirnya dapat mewujudkan cita- citanya untuk membahagiakan keluarganya. Sekarang Jaka sudah bisa membantu ekonomi keluarganya. 

Jadi, bermimpilah jadi orang besar dan orang sukses, insya Alloh, Alloh akan mengabulkan, karena seluruh alam ini baik makhluk yang bernyawa maupun tidak akan mendoakan terhadap orang yang menuntut ilmu dan berbuat kebajikan. Alloh beserta orang- orang yang berbuat baik , iklas dan tulus. Semoga kita ada berada  diantara mereka. Amiiin.

Comments

Popular posts from this blog

How to Cultivate Focus and Emotion to Our Students?

Bagaimana Peran Guru dalam Kegiatan Pembelajaran di Era Digital dan IT?

Menyulam Hubungan Hangat dan Meningkatkan Kualitas Hidup bersama Orang Lain